Showing posts with label pelaku. Show all posts
Showing posts with label pelaku. Show all posts

Manusia kanibal dari jambi

Kedamaian warga desa tidar kuranji,kecamatan maro sabo ilir kabupaten batanghari,jambi,terusik. M.Dasrullah salah satu pemilik kebun sawit menjadi korban pembunuhan secara keji oleh terosman alias mansur (54) warga solok selatan,sumatra barat.
Jenazah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan ditengah kebun sawit miliknya dikawasan SP ll,desa tidar kuranji ,kecamatan muaro sebo ilir pada 27 desember 2017 sekitar pukul 14.00 WIB.
Desa yang damai ini mendadak gempar . Bukan sekedar membunuh,mansur bahkan memutilasi dan memotong alat kelamin korban lalu memakannya.
Saat rekonstruksi kasus pembunuhan (3/1/2018),anak pelaku,Rio anggara (32) hanya bisa tertunduk dan sedikit2 menengadahkan muka melihat adegan sadis yang dilakukan ayahnya terhadap Dasrullah. Korban adalah pemilik kebun tempat Rio bekerja didesa tidar kuranji,kabupaten batanghari.
Belakangan nama mansur mendadak terkenal lantaran membunuh dan memotong alat kelamin,kemudian memakannya setelah terlebih dahulu merebusnya. Ia merantau dari dari solok selatan ,sumatra barat ke kabupaten batanghari,jambi.
Sejak tiga tahun lalu. Kala itu ia kabur dari sel tahanan karena kasus tindak pidana.
Saat ditemukan,dibadan korban terdapat sayatan benda tajam. Bahkan bagian kelamimnya diketahui hilang. Warga yang heboh langsung melapor ke aparat kepolisian setempat. Polisi menangkap pelaku (mansur) dan menyita barang bukti berupa cangkul,lori,dan sebilah golok yang ditemukan disekitar lokasi terjadinya pembunuhan.
Dari hasil pemeriksaan antara korban dan pelaku memiliki hubungan pekerjaan . Mansur merasa kesal berujung dendam karena selama bekerja gaji rp 2 juta perbulan yang dijanjikan korban tak kunjung dibayar. Ia mengaku sebelum pembunuhan terjadi ia sudah merencanakan pembunuhan tersebut.
Pembunuhan itu bermula saat Dasrullah datang kekebun miliknya. Saat siang hari,ia beristirahat disebuah pondok yang biasa ditempati oleh mansur dan anaknya. Saat Dasrullah tertidur mansur langsung membunuh Dasrullah menggunakan golok yang sudah disiapkannya.
Untuk menghilangkan jejak ,mansur memutilasi korban. Ia memotong bagian tangan,perut dan leher korban. Bahkan ia nekat memotong kelamin korban dan memakannya. Jenazah korban yang sudah dimutilasi kemudian dibuang ditengah perkebunan sawit disekitar lokasi kejadian.
" sebelum saya makan,saya masak dengan bumbu. Dimakan agar tidak dihantui korban. ",ujar mansur.
Akibat perbuatannya,pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP jo 340 KUHP subsider pasal 365 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Pemuda bunuh mantan pacarnya karena cemburu

Satuan reserse kriminal polresta pontianak mengamankan seorang pria bernama choi (27) karena diduga melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap VL (17) di pontianak ,kalimantan barat senin (1/1/2018).
Peristiwa yang terjadi tepat  pada pergantian tahun baru itu berawal karena rasa cemburu pelaku terhadap korban yang merupakan mantan pacarnya yang masih berstatus sebagai pelajar disalah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ada di pontianak.
Peristiwa pembunuhan itu berawal dari pengakuan pelaku yang menelpon salah satu keluarga korban bernama indra. Dalam pembicaraan melalui telepon pelaku minta maaf bahwa dia telah membunuh korban dan meminta indra untuk memberitahu keluarganya agar mengecek korban dirumahnya. Kemudian indra mengajak abang korban yang bernama Amin untuk mendatangi rumah korban yang saat itu teekunci dari dalam. Mereka kemudian mendobrak pintu depan dan langsung masuk menuju kekamar korban.
Saat berada dikamar mereka melihat korban dalam keadaan terbaring telentang dengan leher terjerat tali tas berwarna hitam dan diduga korban sudah tidak bernyawa.
Menemukan korban sudah tidak bernyawa,indra kemudian menghubungi anggota polsek pontianak utara yang ditindak lanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian. Aparat polsek kemudian menghubungi unit identifikasi polresta pontianak kota untuk menyelidiki lebih lanjut.
Saat diinterogasi polisi,pelaku mengakui telah membunuh korban. Pelaku membunuh korbannya karena cemburu korban pacaran dengan laki2 lain dan diduga pelaku menjerat leher korban dengan menggunakan sweeter dan tali tas berwarna hitam hingga korban meninggal dunia.
Namun,saat hendak ditangkap pelaku berusaha melarikan diri sehingga terpaksa ditembak.

Beraksi kembali,geng motor bogor cincang korbannya hingga tewas

Setelah membunuh dua remaja dua pekan lalu,brandalan motor kembali menghabisi seorang pemuda pada sabtu malam 30/12/2017).
Para anggota geng motor mencincang pemuda dengan samurai hingga meregang nyawa . Foto2 korban disebar dimedia sosial dan grup whatsapp. Kabarnya geng motor melakukan aksi balas dendam setelah rekan mereka yang menjadi pelaku pembunuhan terhadap dua remaja ditangkap polisi.
Info rencana penyerangan sudah beredar di medsos dan grup WA sejak jumat (29/12) . Warga diingatkan untuk waspada pada sabtu malam. Karena geng motor akan kembali beraksi.
Aksi geng motor itu direkam warga lalu diunggah kemedia sosial facebook. Dalam video tersebut tampak puluhan geng motor mengamuk.
"Bogor siaga 1 atas penyerangan yang dilakukan oleh para oknum yang tidak bertanggungjawab alias gengster. Waspada jika ada yang ingin melintas didaerah karadenan cibinong pemda dan tenggilis kedunghalang akan ada tawuran besar2an antara gengster dia harapkan rekan2 agar selalu waspada dan berhati2. Terimakasih. Tulis akun Ari Maulana beberapa saat lalu.
Sebelumnya dua warga bogor tewas dibacok benda tajam oleh segerombolan anggota geng motor bogor pada 22 desember 2017.
Korban bernama Arif Budiman (22) warga kampung pabuaran rt 06/rw 02 samandala ,sukaraja kabupaten bogor dan M rizki Arisandi (24) warga kampung tenggilis bogor utara,kota bogor dihabisi saat berkumpul didepan gang masjid jalan tenggilis pangkalan 2 ,kelurahan kedunghalang bogor utara.

Nyawa siswi ini melayang ditangan temannya sendiri gara2 bedak

Tidak sedikit pertengkaran yang berujung kematian hanya dikarenakan masalah kecil. Seperti nasib naas yang dialami oleh pelajar berusia 16 tahun ini. Hanya karena pesan bedak,siswi SMU 1 Brantas,karangkates ini dihajar hingga meninggal dunia.
VS (16) ditemukan dalam kondisi terluka parah dipantai ngliyep,malang selatan,pada jumat (29/12/2017) kemarin. Korban ditemukan dihutan pantai ngliyep atau 500 meter dari pintu masuk obyek wisata pantai ngliyep desa kedungsalam,kecamatan donomulyo kabupaten malang.
Korban sempat dilarikan ke RSUD kanjuruan untuk menjalani perawatan,namun sayang korban meninggal dunia akibat luka tusukan dibagian belakang leher hingga merobek leher bagian depan. Selain itu ada juga luka dikedua tangannya dan 5 sayatan dibagian perut.
Kapolsek donomulyo,AKP Sardikan mengatakan bahwa pelaku pembunuhan VS adalah temannya sendiri.
Setelah dilakukan penyelidikan diketahui pelaku berinisial N (18) warga desa kaliasri,kecamatan kalipare,kabupaten malang.
VS sendiri merupakan warga dusun mentaraman rt 06 rw 01 desa mentaraman kecamatan donomulyo kabupaten malang.
Menurut informasi dan keterangan ayah korban Iswanto (44) VS sempat bertengkar dengan pelaku pada hari kamis sebelum insiden terjadi.
Iswanto mengatakan bahwa anaknya mempertanyakan soal bedak pesanannya pada pelaku yang tak kunjung dikirim. Padahal VS sudah mengirim uang sebesar 110 ribu ,namun sudah seminggu bedak yang dipesan tak kunjung datang.
Korban pun akhirnya meminta kembali uang yang sudah diberikan kepada pelaku. Namun N tidak mau mengembalikan uang tersebut dengan alasan sudah ditransfer ke agen bedak yang dipesannya.
Keesokan harinya pelaku menjemput korban dirumahnya dan mengajak ke pantai ngliyep dengan alasan untuk mengembalikan uang yang sudah dibayarkan.
Tanpa menaruh curiga korban pun ikut dibonceng oleh pelaku menuju taman wisata pantai ngliyep.
Salah seorang saksi bernama sulis (48) mengatakan bertemu dengan pelaku disemak2 dekat obyek wisata tersebut. " mbak kok bawa pisau buat apa?" Ucap sulis sembari menirukan perkataannya saat bertemu pelaku. Saat itu sulis mengaku hendak mencari rumput untuk hewan ternaknya.
Pelaku berdalih hendak mencari markisa didekat tempat tersebut.
Beberapa menit kemudian korban muncul dari semak2 dengan posisi badan berlumuran darah.
Saksi setempat kemudian menolong VS dan menghubungi petugas berwajib.

Hilang selama 3 bulan,siswa SMP pulang tinggal nama

Awalnya seorang ayah bernama Wijaya Kusuma (38) melapor kepolisi,putri kesayangannya IND hilang usai berangkat sekolah. Perlu waktu sekitar 3 bulan sejak dilaporkan hilang pada september 2017 hingga polisi berhasil mengungkap misteri hilangnya IND. Siswa SMPN 04 Muarojambi itu biasanya berangkat kesekolah menggunakan sepeda motor. Namun hingga lepas sore hari gadis berumur 14 tahun itu tak kunjung pulang. Merasa khawatir wijaya kusuma mendatangi unit PPA polres muarojambi untuk melaporkan anaknya yang diduga hilang.
Hari berganti,pekan terlewati hingga berlalu bulan menjadi penantian panjang dan tanda tanya bagi keluarga wijaya kusuma. Sebab hampir 3 bulan ,jangankan pulang,kabar akan keberadaan putri kesayangan mereka pun nihil.
Sementara itu jajaran polres muarojambi tak kenal lelah mencari tahu akan keberadaan IND. Hingga akhirnya ada titik terang.
Bermula dari keberadaan motor yang digunakan IND pada jumat (22/12/2017)  polisi mendapat informasi motor tersebut berada dirumah seseorang bernama jon. Warga desa jebus,kecamatan kumpeh ilir. Polisi langsung mendatangi rumah jon dan setelah melakukan pengecekan nomor rangkan dan mesin pada motor itu adalah kendaraan yang digunakan IND sebelum hilang.
Kepada polisi jon mengaku membeli motor tersebut dari seseorang yang bernama Sopian Hadi (28) yang merupakan salah satu pelaku pembunuhan. Tak berapa lama sopian pun berhasil ditangkap dirumahnya . Sopian mengaku mendapatkan sepeda motor tersebut dengan cara merampok dan membunuh IND. Ia dibantu temannya bernama irwan (26). Atas pengakuan sopian,irwan pun langsung ditangkap.
Selain menangkap kedua pelaku,polisi juga menyita barang bukti berupa sepeda motor. Dari pengakuan kedua pelaku ini,polisi akhirnya mengetahui lokasi keberadaan IND. Pada jumat (22/12/2017) jenazah IND diangkat dari lokasi dan dibawa kerumah sakit untuk divisum.
Awalnya kedua pelaku mencegat IND ditengah jalan. Usai menghentikan korban kedua pelaku menarik korban keperkebunan sawit. Oleh pelaku,IND yang tidak berdaya kemudian dijerat lehernya menggunakan tali tas sekolah miliknya hingga meninggal dunia.
Untuk menghilangkan jejak,korban kemudian dikubur diarea perkebunan tak jauh dari lokasi kejadian. Lubang bekas kuburan kemudian ditutupi pelepah sawit.
Dari informasi yang didapat,kedua pelaku ternyata kenal dengan ayah IND. Bisa dibilang antara kedua pelaku dan wijaya kusuma adalah rekan kerja. Bahkan pada awal2 IND dilaporkan hilang salah satu pelaku irwan ,berpura2 ikut membantu mencari IND.
Irwan mengakui awalnya dia hanya menginginkan motor IND. Namun karena sopian diduga memiliki dendam terhadap ayah IND ditambah kekhawatiran identitasnya diketahui,maka ia memilih menghabisi nyawa IND.
Oleh polisi kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman maksimalnya adalah hukuman mati.

Pemuda ini bunuh dan setubuhi mayat wanita pujaan hatinya karena cintanya ditolak

Kasus kematian Marlina Marni (21) mahasiswi jurusan Bahasa Inggris Semester 7 ,Universitas Kristen Indonesia di Toraja akhirnya bisa diungkap aparat polda sulsel.
Pelaku pembunuhan Martina adalah seorang pemuda bernama Putra alias Utta (19) mahasiswa pelayaran Barombong,Makassar. Utta yang juga warga kampung Gentengan,Desa Rante Kalua,kecamatan Mengkendek,kabupaten Tana Toraja ini nekat membunuh korban karena cintanya ditolak.
Pelaku ditangkap oleh tim unit khusus polda sulsel dikelurahan Barombong,kecamatan Tamalate,Makassar sabtu (23/12/2017). Setelah membunuh dan menyetubuhi jenazah korban,pelaku lalu kabur ke Makassar.
Kabid Humas Polda sulsel,kombes polri mengatakan polres Toraja berhasil mengungkap identitas pelaku pembunuhan korban. Diketahui pula bahwa pelaku kabur ke makassar dan tinggal disekitar kompleks pelayaran Barombong.
Setelah melakukan penjajakan terhadap siswa-siswi pelayaran dari Tana Toraja maka ditemukan identitas pelaku yang dimaksud sebagai pelaku pembunuh Martina. Akhirnya pelakupun berhasil diringkus tanpa perlawanan. Pelaku mengakui telah membunuh Martina dan jenazahnya dia setubuhi. Rencananya pelaku akan dijemput oleh personel polres Toraja untuk diproses hukum lebih lanjut.
Dari pengakuan pelaku saat diinterogasi setelah membunuh dan menyetubuhi jenazah korban,pelaku lalu membuang jasad korban kesemak2. Pelaku nekat membunuh korban karena cintanya ditolak.
Adapun barang bukti yang disita polisi berupa 2 buah Hp merek Samsung. Hp tersebut adalah milik korban yang diambil oleh pelaku setelah melakukan pembunuhan.
Sebelumnya telah diberitakan sesosok mayat perempuan dengan tubuh penuh luka tusukan ditemukan disemak2 tertutupi ranting pohon dan daun di Marrang,kelurahan Tampo kecamatan Mengkedek,kabupaten Tana Toraja,sulawesi selatan. Selasa (19/12/2017) malam.
Korban diketahui bernama Martina Marni (21),mahasiswi jurusan Bahasa Inggris semester 7 universitas kristen indonesia Toraja. Korban meninggalkan rumah pada pagi hari. Namun hingga malam korban tak kunjung pulang.
Merasa khawatir kluarga korban Medi Tandi (38) dan Andarias Tappi (35) mencari korban. Hingga akhirnya mereka menemukan korban disemak- semak.

Aksi sadis dukun palsu pengganda uang

Sepekan belakangan ini warga pantura kabupaten Batang ,jawa tengah dibuat heboh atas terungkapnya kasus pembunuhan bermodus penipuan. Aksi dukun palsu itu berujung kematian tiga warga. Ironisnya,dua korban penipuan bermodus dukun pengganda uang terungkap telah dibunuh pelaku muslimin (45) pada 2014 & 2016 lalu. Jasad berupa tulang belulang baru ditemukan setelah kasus ini terbongkar.
Berdasarkan keterangan pelaku dia mengaku telah membunuh 3 orang ditiga lokasi yang berbeda.
Kasus pembunuhan ini terbongkar pertama kali setelah temuan jenazah slamet alias sugeng (50) . jasad korban baru ditemukan telah dikubur disebuah lahan kebun sengon di alas roban. Kamis, 14/12/2017. Padahal korban dilaporkan hilang pada 2 desember 2014. Korban merupakan warga dusun sambungrejo ,desa sawangan.
Kemudian korban lainnya restu novianto (37) warga dukuh plelen,desa plelen. Jenazahnya baru ditemukan pada hari senin (11/12/2017) . Oleh pelaku,korban dikubur diareal kebun lahan sengon alas roban desa sawangan . Korban ketiga ,Lurfi abdillah (26) warga cepiring  ditemukan dipendam pelaku disamping rumah tetangganya yang berada didepan rumahnya sendiri. Sabtu (16/12/2017).
Kasus aksi dukun palsu yang berujung pembunuhan sadis pada korban karena pelaku mengaku bisa menggandakan uang hingga triliunan rupiah. Untuk meyakinkan para korbannya ,pelaku mengajak bersemedi dihutan untuk menarik uang gaib dengan menjalani rutual khusus dengan media perantara dupa dan bunga tujuh rupa.
Namun sebelum ritual,korban harus menyetorkan sejumlah uang kepada pelaku agar keinginannya dapat terwujud. Kasus pembunuhan ini terungkap berdasarkan laporan kehilangan keluarga korban (restu). Tak lama kemudian polisi berhasil menangkap pelaku (muslimin).
Dari situlah terungkap dimana pelaku membunuh para korban dan lokasi penguburan jasad keduanya.
Saat ditangkap polisi,pelaku awalnya tak mengaku jika telah melakukan pembunuhan kepada satu korban lainnya pada bulan desember tahun 2014 lalu.
Pelaku selalu berubah2 saat dimintai keterangan . Dukun palsu itu mengaku bisa menggandakan uang sebanyak2nya.

Surat siti,korban mutilasi karawang

Aparat polres karawang menemukan dua pucuk surat yang kuat diduga ditulis tangan oleh siti saidah(21) perempuan yang dibunuh suaminya sendiri yaitu Muhamad kholili (23).
Pihak kepolisian ,jumat (15/12/2017) mengatakan surat itu ditemukan saat polisi menggeledah isi rumah kontrakan pasutri itu,dusun sukamulya rt 5/rw 2 desa pinayungan kecamatan telukjambe karawang.
Secara kasat mata tulisannya sama dengan tulisan korban diberkas2 lain. Surat tersebut berisi tulisan mengenai perasaan siti yang ingin pulang kekampung halamannya dijawa tengah.
Namun siti dalam surat itu mengatakan masih berpikir ulang untuk pulang kampung sebab,ia khawatir mendapat malu karena pulang tanpa sang suami.
Sementara untuk terus bertahan dengan kholili dikarawang siti juga tampak enggan karena ada persoalan ''sifat" sang suami.
Kisah tragis itu berawal dari perseteruan mereka pada senin (4/12) pekan lalu.
Hari itu kholili mengaku bertengkar dengan sang istri. Pertengkaran mulut tersebut berlanjut pada aksi kekerasan. Kholili mengklaim lehernya dicekik siti. Ia berontak dan membalas dua kali memukul leher siti.
Akibat pukulan kholili,siti jatuh terkapar. Kaget,kholili sempat memeriksa nafas dan detak jantung siti,tapi ternyata semua sudah terhenti.
Saya kalap pak,saya lalu tutup mulutnya memakai lakban." Tukasnya.
Selang sehari,selasa (5/12) kholili memutuslan memutilasi tubuh sang istri menjadi tiga bagian. Kepala,badan,dan kaki menggunakan golok.
Kholili membuang kepala dan kaki siti kedaerah tegalwaru. Sementara badan siti dibuang di desa ciranggon.
Takut ketahuan,pada hari berikutnya Rabu (6/12) kholili kembali mendatangi tempat ia membuang tubuh siti. Ia membakar seluruh bagian tubuh siti.
Wakapolres karawang mengatakan aparat kepolisian mulai mengungkap kasus pembunuhan sadis itu pada kamis 7/12) pekan lalu dan pelakunya baru diketahui pada selasa (12/12) .
Pelaku sempat datang ke RSUD dan berpura2 mengakui kehilangan istrinya. Dari situ polisi curiga. Setelah polisi meminta keterangan kholili,terdapat sejumlah kejanggalan. Polisi lantas mencecar dan akhirnya kholili mengakui perbuatannya.
Pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti alat kejahatan serta barang bukti lainnya yang terkait dengan korban.
Atas perbuatan itu,pelaku diancam pasal 340 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.

Mutilasi wanita belia di karawang,pelaku suaminya sendiri

Faktor ekonomi dijadikan alasan oleh mk(23) untuk menghabisi nyawa istrinya,SA. Pelaku bahkan memutilasi tubuh korban dan membuangnya dibeberapa tempat berbeda. Motif pelaku menghabisi korban adalah karena sakit hati dengan berbagai permintaan yang tidak mampu dipenuhinya. Korban bahkan sempat pamit dan mengutarakan ingin pisah. Nah..,dari situlah pelaku merasa sakit hati.
Polisi menemukan kaki dan kepala korban dalam plastik hitam dihutan dekat curug cigentis.,desa mekarbuana,kecamatan tegalwaru. Tepatnya kepala ditemukan dipinggir jalan sedangkan potongan kaki ditemukan ditepi jurang.
Tetangga korban Waljinah mengatakan,keduanya dikenal baik. Namun kerap cek cok. Korban sempat ngomong ingin membeli mobil."tandasnya.
Ketika mendengar dari berita soal ciri2 tato pada mayat yang ditemukan didusun ciranggon lll ia sempat menaruh curiga. Sebab ia mengenali pakaian dan tato yang dibeberkan polisi.
Saya sering main kesana,jadi hafal. Terlebih ibunya menelpon ketemen saya,dia (korban) ilang. Tetapi ketika saya menanyakan ke si AA(pelaku) katanya korban berangkat kerja mampir ketemannya. Katanya ia kerja sebagai sales di Meikarta. Ucapnya.
Berita sebelumnya,kamis (7/12/2017) sesosok mayat tanpa kepala dan kaki ditemukan di dusun ciranggon lll,rt 11 tw 03 kecamatan majalaya,karawang. Saat ditemukan korban dalam kondisi gosong.

Pelaku perampokan di indomaret Semarang,ternyata mengenakan seragam yang sama dengan korban

Perampokan yang membunuh kasir Indomaret di Semarang memakai seragam yang sama dengan korban. Saat datang kelokasi,pelaku berpura2 ingin menukar uang.
Peristiwa itu terjadi di Indomaret pandean lamper jalan gajah raya,semarang sekitar pukul 04.00 WIB. Menurut saksi,pelaku mengenakan seragam indomaret dan jaket. Pelaku mendatangi korban yaitu Agung Koko Prakoso (21) warga dukuh gadung Rt 09 Rw 01 desa sendangsoko kecamatan jakunan kabupaten pati dan saksi yang juga menjaga kasir Agus Ardianto (21),dan beralasan ingin menukar uang. Kemudian korban menuju ruang brankas dan pelaku ikut bersamanya,sekitar 10 menit pelaku berlari keluar dan saksi mendengar rintihan. Ternyata saat itu korban sudah tengkurap bersimbah darah. Terdapat 4 tusukan didada korban.
Saksi langsung berlari mencari pertolongan,namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Dari kejadian tersebut,selain menimbulkan korban jiwa,juga hilang uang sekitar Rp2juta dari brankas.
Tim Resmob Polrestabes Semarang dan petugas Polsek Gayamsari masih memeriksa saksi2 dan jenazah korban sudah dibawa ke RSUD dr Kariadi Semarang.